Tampilkan postingan dengan label G30SPKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label G30SPKI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2019

Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisi Nasional bagian 3

Judul: Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisi Nasional bagian 3
Penulis: Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman, Restu Gunawan
Penerbit: Pustaka Obor, 2013
ISBN: 978-979-461-864-6
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 506 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 3,20Mb

Deskripsi:

Presiden Sukarno, sang Ploklamator, mungkin sangat mencintai kekuasaan, tetapi bukanlah kekuasaan yang bisa meremukkan keutuhan Negara dan persatuan bangsa. Di saat kemungkinan itu dirasanya mengancam, ia pun menahan kepedihan betapa sistem politik dengan ideologi serba revolusioner yang dipeliharanya jatuh berantakan. Berbagai corak kontradiksi fundamental yang diperkenalkannya telah mengundang berbagai corak krisis yang menghantui kehidupan bangsa dan Negara. Ketika semuanya harus berakhir, Demokrasi Terpimpin yang didirikan dan dipimpinnya pun diejek sebagai “Orde Lama”. Penggantinya telah menampilkan diri sebagai “Orde Baru”.

Maka sejara kehidupan bangsa dan kenegaraan pun memasuki zaman baru – zaman yang telah ditempa oleh berbagai corak krisis dan konflik, serta dibayangi oleh dendam yang tak mudah terlupakan. Dilandasi hasrat kembali ke idealisme bangsa dan landasan kenegaraan yang otentik, Orde Baru pun memulai karirnya dengan menampilkan diri sebagai representasi Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Zaman yang diwarnai kehidupan serba revolusioner diakhiri, dan periode “pembangunan nasional” dan kesetiaan pada keharusan sistem demokrasi – meskipun secara prosedural saja – dimulai dengan penuh semangat. Ketika inilah pemikiran tentang kebijaksanaan sosial-ekonomi yang sempat terabaikan dihidupkan kembali, dan dunia sastra kembali mengarungi lautan imajinasi yang tanpa tepi.

Akhirnya, biarlah renungan pada pengalaman aktual dari masa Orde Baru memberi arti dari kisah “berakhir” dan “bermulanya” rezim kekuasaan dalam dinamika kehidupan bangsa.

All G30SPKI

Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisi Nasional bagian 2

Detail Buku:

Judul: Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisi Nasional bagian 2
Penulis: Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman, Restu Gunawan
Alih Bahasa: Cindy Kristanto
Penerbit: Pustaka Obor, 2012
ISBN: 978-979-461-802-8
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 545 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 8,50Mb


Deskripsi:

Peristiwa dini hari tanggal 30 September 1965 dapat dikatakan sebagai “malam jahanam”, yang merupakan pembuka kunci dari peristiwa-peristiwa besar selanjutnya, yaitu pembunuhan di antara sesama anak bangsa. Setelah peristiwa itu terjadi di Jakarta, maka secara serta-merta konflik horizontal di berbagai daerah pun terjadi. Saling bunuh dan penangkapan dengan tuduhan terlibat sebagai anggota dan simpatisan PKI diletakkan pada mereka yang tertuduh, dan akhirnya mereka pun secara sah dapat ditangkap dan dibunuh. Trauma yang mendalam dari peristiwa pasca G30S 1965 masih dirasakan sampai kini.

Buku ini berusaha mengungkapkan berbagai konflik horizontal di berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh sampai Bali dengan pembahasan yang cukup mendetail. Kehadiran buku ini akan memperkaya wacana dan diskursus tentang peristiwa pasca G30S 1965.


All G30SPKI

Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional Bagian 1


Detail Buku:

Judul: Malam Bencana 1965 Dalam Belitan Krisis Nasional 1
Penulis: Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman, Restu Gunawan
Penerbit: Pustaka Obor, 2012
ISBN: 978-979-461-801-1
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 486 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 5,90Mb


Deskripsi:

Seorang teoretikus sejarah terkemuka dengan lantang berkata bahwa "sejarah adalah ilmu untuk mendapatkan kebenaran", padahal sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, sejarah tidak bisa berpretensi sebagai disiplin keilmuan yang bisa menentukan ketentuan yang umum berlaku dan tidak pula bisa berniat untuk memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya, karena yang ingin ditemukan ialah rekonstruksi "kebenaran" otentik yang mungkin telah tertutup dalam kabut waktu. Kabut waktu itu hanya mungkin ditembus kalau ada kesaksian, setelah melalui proses kritik bisa dipakai sebagai "perantara" antara peristiwa yang telah berlalu dengan hasrat untuk mengetahuinya.

Begitu juga dengan peristiwa di sekitar Gerakan 30 September 1965, betapapun mungkin unsur-unsur esensial tentang ”siapa-siapa” yang berada di balik peristiwa ”malam jahanam” itu masih diperdebatkan. Kalau demikian masalahnya, maka timbul juga pertanyaan dapatkah "kata akhir" dari kontroversi yang telah berumur lebih dari empat puluh tahun ini ditemukan? Adalah tugas sejarawan untuk senantiasa berusaha mendapatkan pemahaman kolektif tentang masa lalu melalui proses dialog kritis yang panjang dan kompleks—"sesama mereka, dengan masyarakat luas, dan dengan cacatan sejarah". 
Untuk itulah buku ini berusaha mengungkapkan berbagai teori tentang siapa dalang di balik peristiwa 1965 yang merupakan ‘batas sejarah’ dari dinamika bangsa Indonesia!

All G30SPKI

Jumat, 08 Maret 2019

Membongkar Supersemar


Detail Buku:

Judul: Membongkar Supersemar
Penulis: Baskara T Wardaya
Penerbit: Galang Press, 2009
ISBN: 978-602-8174-16-9
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 337 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 7,11Mb
Review: Goodreads

Deskripsi:


Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) mesti dibongkar. Kemunculannya didahului oleh banjir darah setengah juta rakyat Indonesia dalam pembantaian massal yang berlangsung antara pekan ketiga bulan Oktober hingga Desember 1965.

Usai surat itu ditandatangani Bung Karno dan kemudian diterima Letnan Jenderal Soeharto, politik Indonesia berubah drastis. Kurang dari duapuluh empat jam setelah ditandatanganinya surat itu, Soeharto langsung membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), mengatur keanggotaan partai, menangkap belasan menteri dan menyingkirkan orang-orang yang pro Bung Karno.

Supersemar juga menandai perubahan besar pada orientasi berbagai kebijakan di Indonesia: makin merosotnya kekuasaan Presiden Sukarno dan makin naiknya kekuatan Letnan Jenderal Soeharto; arah perpolitikan Indonesia berbelok dari sipil ke militer, dari berorientasi ke kiri ke haluan kanan, dan dari anti-nekolim menjadi pro modal asing.

Buku ini tak lagi menyoal perihal keaslian naskah Supersemar, tapi lebih memfokuskan pada sejarah mengenai pro-kondosi yang melahirkan Surat Perintah itu serta berbagai dampak yang muncul dengan membongkar dokumen-dokumen dari pemerintah Amerika Serikat. Dokumen-dokumen tersebut berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, Departemen Luar Negeri Amerika di Washington, CIA (Central Intelligence Agency), Gedung Putih, kantor National Security Agency, dan dokumen sejumlah pejabat pemerintahan Indonesia. Hampir semua dokumen tersebut berkode “Rahasia”,”Konfidensial”,”Distribusi Terbatas”, atau “Tidak untuk Distribusi di Luar Negeri”. Namun baskara T.Wardaya berhasil mengakses dokumen-dokumen tersebut setelah melalui proses “sanitasi” dan “deklasifikasi”.

Lewat buku ini, ia mengajak kita melihat lebih mendalam mengapa Supersemar lahir, bagaimana peran CIA, militer dan Soeharto dalam peristiwa itu, serta apa dampak Supersemar bagi kehidupan politik di Indonesia?


All G30SPKI Politik Suharto

Selasa, 20 Maret 2018

Njoto Peniup Saksofon di Tengah Prahara - Seri Buku Tempo Orang Kiri Indonesia

Detail Buku:

Judul: Njoto Peniup Saksofon di Tengah Prahara - Seri Buku Tempo Orang Kiri Indonesia
Tim Penyunting: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2010
ISBN: 978-979-91-0268-3
Jumlah halaman: 130 halaman
Besar file: 2,90Mb



Deskripsi:

IA berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu ”pro-rakyat”. Ia menghapus The Old Man and the Sea film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang ”kapitalis” harus selalu dimusuhi.

Njoto adalah sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner itu.

Menjelang prahara 1965 ia tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI D.N. Aidit: ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Sukarno. Keretakan Njoto dengan Aidit dipercaya juga disebabkan oleh perselingkuhan Njoto dengan Rita, seorang perempuan Rusia yang disebut-sebut intel KGB.
All G30SPKI

Selasa, 13 Maret 2018

MENGUAK TABIR PERISTIWA 1965


Buku ini adalah bunga rampai tulisan-tulisan mengenai "Gerakan Satu Oktober 1965" (Coup d´État ´65), yang saya baca dan kumpulkan selama bulan September - Oktober 2005 dari berbagai Mailinglist di Internet dalam rangka Membuka Tabir Sejarah Republik Indonesia "40 Tahun Tragedi Nasional Republik Indonesia" (01.10.1965 - 01.10.2005).
Sebagai generasi muda yang lahir tahun 1983 dan hidup di luar Indonesia, saya ingin mengetahui sebab-sebab, mengapa Bapak saya yang tercinta, Willy R. Wirantaprawira, yang oleh Pemerintah Republik Indonesia diberi tugas untuk belajar di Eropah Timur (1963 - 1968), sejak umur 24 tahun sampai saat ini, lebih dari 42 tahun terpaksa kelayaban di mancanegara.
Tulisan-tulisan dalam buku ini disajikan se-adanya, tanpa di-modifikasi dan tanpa komentar dari saya pribadi. Hak cipta dari pada tulisan-tulisan tersebut adalah milik penulis yang bersangkutan. Penerbitan buku ini saya biayai sendiri dan disebar-luaskan secara gratis kepada perpustakaan-perpustakaan diseluruh Indonesia dan kepada mereka yang tidak mempunyai akses ke Internet.
Dipersembahkan kepada seluruh "anak bangsa, - korban rezim OrBa Jendral Soeharto - yang terpaksa kelayaban di mancanegara" (Gus Dur 2000)
All G30SPKI Politik Sejarah



 

Arlo Library (Koleksi Buku Elektronik):

  • Copyright © Arlo.Library™ is a registered trademark.
    Arlo Techno Designed by Arlo Mediatama.Arlo Mediatama.