Tampilkan postingan dengan label Suharto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suharto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2019

Membongkar Supersemar


Detail Buku:

Judul: Membongkar Supersemar
Penulis: Baskara T Wardaya
Penerbit: Galang Press, 2009
ISBN: 978-602-8174-16-9
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: 337 halaman
Jenis File: PDF
Besar file: 7,11Mb
Review: Goodreads

Deskripsi:


Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) mesti dibongkar. Kemunculannya didahului oleh banjir darah setengah juta rakyat Indonesia dalam pembantaian massal yang berlangsung antara pekan ketiga bulan Oktober hingga Desember 1965.

Usai surat itu ditandatangani Bung Karno dan kemudian diterima Letnan Jenderal Soeharto, politik Indonesia berubah drastis. Kurang dari duapuluh empat jam setelah ditandatanganinya surat itu, Soeharto langsung membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), mengatur keanggotaan partai, menangkap belasan menteri dan menyingkirkan orang-orang yang pro Bung Karno.

Supersemar juga menandai perubahan besar pada orientasi berbagai kebijakan di Indonesia: makin merosotnya kekuasaan Presiden Sukarno dan makin naiknya kekuatan Letnan Jenderal Soeharto; arah perpolitikan Indonesia berbelok dari sipil ke militer, dari berorientasi ke kiri ke haluan kanan, dan dari anti-nekolim menjadi pro modal asing.

Buku ini tak lagi menyoal perihal keaslian naskah Supersemar, tapi lebih memfokuskan pada sejarah mengenai pro-kondosi yang melahirkan Surat Perintah itu serta berbagai dampak yang muncul dengan membongkar dokumen-dokumen dari pemerintah Amerika Serikat. Dokumen-dokumen tersebut berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, Departemen Luar Negeri Amerika di Washington, CIA (Central Intelligence Agency), Gedung Putih, kantor National Security Agency, dan dokumen sejumlah pejabat pemerintahan Indonesia. Hampir semua dokumen tersebut berkode “Rahasia”,”Konfidensial”,”Distribusi Terbatas”, atau “Tidak untuk Distribusi di Luar Negeri”. Namun baskara T.Wardaya berhasil mengakses dokumen-dokumen tersebut setelah melalui proses “sanitasi” dan “deklasifikasi”.

Lewat buku ini, ia mengajak kita melihat lebih mendalam mengapa Supersemar lahir, bagaimana peran CIA, militer dan Soeharto dalam peristiwa itu, serta apa dampak Supersemar bagi kehidupan politik di Indonesia?


All G30SPKI Politik Suharto

Jumat, 16 Maret 2018

Biografi Daripada Soeharto

Jenderal tua yang selama 32 tahun berdiri kokoh di puncak tampuk pemerintahan negara Indonesia, telah mengucapkan kata “BERHENTI”, satu kata sakral yang mungkin telah sangat lama dinanti dengan penuh keputusasaan oleh para musuh-musuh politiknya. Ribuan bahkan jutaan rakyat turun ke jalan merayakan akhir sebuah era yang dulu dikenal dengan nama Orde Baru. Para mahasiswa yang selama berhari-hari menduduki Gedung MPR/DPR melakukan sujud syukur. Tak urung airmata kebahagiaan menetes dari para demonstran putri. Seluruh stasiun televisi berlomba meliput ekspresi kegembiraan dari setiap penjuru pelosok negeri. Sebuah kenyataan yang menguak ironi, betapa seseorang yang dulunya dianggap pahlawan pada masa awal pemerintahannya, kini telah berubah menjadi musuh nomor satu di negeri yang dipimpinnya.

Namun Soeharto adalah Soeharto, sebuah pribadi yang dikenal keras dan pantang menyerah. Mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden, apalagi oleh desakan pihak lain, sepertinya mustahil dilakukan oleh Soeharto. Mereka yang mengenal Pak Harto, pasti memahami bahwa dengan kekerasan hati yang dimilikinya, tak ada pihak lain yang bisa menggoyang kursi kekuasaannya, kecuali dirinya sendiri.

Perilaku serta tindak-tanduk Soeharto selama menjabat sebagai presiden, sepertinya merupakan penegasan kembali atas kebenaran penilaian sebagian orang tentang kekerasan hati (juga kepala) orang yang dulu dijuluki “Bapak Pembangunan” ini. Oleh R.E. Elson, profesor dari University of Queensland, Australia yang juga penulis buku Suharto: A Political Biography, ia dianggap sebagai sosok keras yang tak mengenal kata ampun. Di balik penampilan dan senyum ramahnya, Soeharto menyimpan kekerasan sikap yang sanggup menyingkirkan musuh-musuhnya keluar dari panggung politik selamanya. Meskipun dianggap bukan kreatif, Soeharto dinilai pandai dalam memanfaatkan kesempatan dan mengarahkannya menjadi sebuah keuntungan.

Dengan karakter yang demikian kuat, tak ada satu pun pihak yang berani meramalkan kejatuhan Soeharto. Hingga akhirnya saat itu tiba. Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Nah, apa yang sesungguhnya membuat Soeharto lengser?

All Suharto

Selasa, 13 Maret 2018

Siapa Sebenarnya Soeharto

judul : Siapa Sebenarnya Soeharto – Fakta dan Kesaksian Para Pelaku Sejarah G-30-S/PKI
penulis : Eros Djarot, dkk
Penerbit : mediakita
Cetakan : Cetakan pertama Juli 2006
Tebal : 117 halaman
Buku ini memperlihatkan fakta-fakta tersembunyi seputar G-30-S/PKI. Berdasarkan wawancara para tokoh pelaku sejarah yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, dengan waktu yang berbeda-beda, hasilnya menunjukan sesuatu yang tidak terduga. kronologis yang jelas, teratur dan tidak bisa disangkal menghasilkan kesimpulan yang berbeda dengan apa yang selama ini kebanyakan orang pahami tentang peristiwa G-30-S/PKI. Semua wawancara yang dilakukan telah membalikkan apa yang selama ini dipahami oleh kebanyakan orang. Fakta-fakta mengejutkan tentang G-30-S/PKI dikemas dalam buku ini, mulai dari adanya campur tangan CIA, profil para pasukan pemberontak, hingga latar belakang penculikan para jendral.

wawancara cukup singkat dan jelas, mulai dari jendral, wartawan, duta besar, hingga politikus sudah cukup untuk memberikan sudut pandang para tokoh pelaku sejarah. Analisis sudah cukup logis, juga mengutamakan fakta berdasar wawancara sehingga lebih obyektif.

Bahasa mudah dipahami banyak orang, tidak terlalu tebal, membuat buku ini layak dibaca orang-orang yang haus akan sejarah. Menyelami pengalaman sebagai jendral bawahan, teman, dan atasan Soeharto bahkan dibawa sampai agen ganda dari CIA, KGB, dan ABRI yang memerankan hal-hal yang tidak bisa diremehkan. Siapa sebenarnya Soeharto? anda bisa menemukannya dengan membaca buku ini.

All Politik Sejarah Suharto



 

Arlo Library (Koleksi Buku Elektronik):

  • Copyright © Arlo.Library™ is a registered trademark.
    Arlo Techno Designed by Arlo Mediatama.Arlo Mediatama.