Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Agar Dimudahkan Rezeki

Pada hakikatnya, semua harta itu adalah milik Allah, dititipkan kepada hamba-Nya untuk dilihat bagaimana cara mereka mengelolanya. Pada saat dihadapkan pada hari kiamat nanti, mereka akan ditanya oleh Allah dengan dua pertanyaan: “Dari mana harta itu mereka dapatkan dan ke mana harta itu mereka gunakan (belanjakan) dan untuk apa?” Barangsiapa meraihnya dengan cara yang halal, mengelolanya dengan cara yang benar, dan membelanjakannya pada jalan ketaatan yang diridai Allah Swt., maka insya Allah, Dia akan membalasnya dengan limpahan pahala serta keberkahan harta, yaitu dengan bertambahnya harta tersebut sesuai dengan apa yang hamba-Nya usahakan.

Buku ini antara lain membahas bagaimana agar seorang muslim dimudahkan rezeki oleh Allah Swt. Bagaimana cara mendapatkan harta yang diridai Allah Swt., dan bagaimana mengatur harta tersebut agar berkah dan terus bertambah. Buku ini ditulis dengan redaksi sederhana, mengalir, dan mudah dipahami. Mudah-mudahan, keha- diran buku ini membawa manfaat bagi pembaca dan men- jadi neraca amal kebaikan untuk penulis, amin yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Detail Buku:

Judul: Agar Dimudahkan Rezeki
Penulis:  Asep Maulana - Abdullah Jinaan
Penerbit: Elex Media Komputindo
ISBN: 9786020228488
All Islam

Aku Rindu pada Allah - Cara Mencintai dan Dicintai Allah

Cinta, sebagaimana yang kita ketahui, merupakan satu bagian terpenting dalam perasaan manusia. Cinta merupakan refleksi hati yang dengannya seseorang cenderung dan tertarik kepada yang lain.
Realita yang terjadi dalam kehidupan ini memberitahukan kepada kita bahwa bila cinta telah tertambat dalam hati dua insan, maka pengaruh cinta tersebut dengan jelas akan mewarnai hubungan keduanya.
Tidak ada hari yang terlewat bagi keduanya, selain mengisinya dengan saling mengingat satu sama lain. Dalam hati mereka tumbuh perasaan selalu ingin melihat dan bertemu, selalu ingin berduaan, dan merasa nyaman bila berada di sampingnya. Bahkan jika ada yang mengusiknya, mereka akan menjadi sangat marah, cemburu dan lain sebagainya.

Orang yang telah dilanda mabuk asmara, tentu dia akan melakukan berbagai cara untuk mendekati orang yang dicintainya tersebut. Di antara hal yang dilakukannya adalah dia akan berusaha mendekati orang yang dekat dengan sang terkasihnya itu, serta menjauhi orang yang dijauhi oleh orang yang dicintainya tersebut. Dia juga akan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya dengan perasaan senang dan semangat yang menggelora. Bahkan, dia juga rela berkorban demi orang yang dicintainya. Dia pun akan merasakan kebahagiaan yang begitu tinggi saat menerima hadiah dari sang kekasih meski hadiah tersebut tidak seberapa harganya.

Lalu, apa yang akan terjadi jika yang dicintai seseorang ini adalah Zat yang Mahaagung?
Apa yang akan dialami oleh orang tersebut, jika di dalam hatinya telah tertancap rasa cinta yang begitu tulus kepada Allah?

Tentu saja akan nampak pengaruh yang begitu dahsyat danagung dalam diri orang yang benar-benar mencintai Tuhan yang Mahasuci dan Luhur. Anda akan melihat orang ini selalu mengagungkan nama-Nya, merasa nyaman bila berada dekat dengan- Nya dan gelisah jika tidak bersama-Nya meski hanya sedetik. Orang ini lebih senang memilih menyendiri untuk bermunajat kepada-Nya, bersegera taat kepada-Nya, dan selalu mengerjakan apapun yang dapat membuat-Nya ridha. Dia juga akan selalu berusaha menjauhi larangan- larangan-Nya. Di samping itu, semua rasa kesal dan jengkel, bahagia, ataupun senang yang dirasakannya, dia serahkan hanya karena Allah, serta selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya. Dia juga rela berkorban untuk-Nya dengan segenap jiwa dan raga, menerima dengan ikhlas apa yang telah menjadi ketetapan-Nya, serta mencurahkan segala kemampuannya untuk berjuang demi tegaknya syariat-Nya dan selalu merasa rindu untuk melihat-Nya.

Detail Buku:

Judul: Aku Rindu pada Allah - Cara Mencintai dan Dicintai Allah
Judul Asli: Kaifa Nuhibbullah wa Nasytaqu ilaihi
DR. Majdi al-Hilali
Penerbit: Maghfirah Pustaka
ISBN: 978-979-1026-40-6
All Islam

Perempuan Yang Menggetarkan Surga

aya, Anda, dan siapa pun pasti ingin menjadi penghuni surga. Keinginan itu akan semakin kuat ketika kita mampu memvisualisasikan nikmat surga itu. Bertemu Allah dan Rasulullah di dalam surga-Nya adalah puncak kenikmatan yang sangat kita dambakan. Membaca buku ini akan semakin menguatkan keinginan kita untuk menjadi penghuni surga. Lantaran buku ini pula, kita terdorong untuk terus membekali diri dengan ibadah dan amal saleh terbaik agar kelak kita termasuk hamba yang diperkenankan untuk memandang ‘wajah’ Allah, bertemu Rasulullah, dan berkumpul dengan keluarga di surga Allah kelak. Amin, Ya Rabbana. Salam cinta karena Allah.”
- Salmiah Rambe, ustazah, politisi perempuan

“Saat itu, suami saya tengah dikerumuni bidadari di surga. Tiba-tiba, saya muncul dari balik istana yang terbuat dari emas permata, dan para  bidadari berlarian karena silau akan keindahan paras saya yang mengalahkan kemuliaan mereka. Oh, apakah itu hanya mimpi? Tidak, itu adalah sesuatu yang bisa saya raih, asalkan saya konsisten de ngan amalan-amalan kebaikan. Buku ini dapat men-charge sekaligus memotivasi saya untuk bersaing dengan para bidadari di surga.”
- Afifah Afra, novelis



“Buku tentang teladan masyhur perempuan-perempuan utama ini layak disimak. Sebagai penyejuk mata, sekaligus penunjuk arah. Mereka membuat kita iri dan berharap kelak menjadi salah seorang penghuni surga-Nya dengan gelar bidadari. Buku yang tepat bagi kaum perempuan, baik para bunda maupun remaja putri.”
- Sinta Yudisia, pegiat FLP & founder PELITA, penulis Kitab Cinta & Patah Hati dan lebih dari 45 buku

Di satu sisi perempuan tak pernah habis untuk dibicarakan, tetapi di sisi lain dirinya selalu berujung pada rasa miris dan keprihatinan. Kondisi zaman telah menggerus dan menyeret citra dan keberadaan tiang negara ini. Oleh karena itulah, diperlukan teks-teks terbuka untuk mengam panyekan lagi ihwal keteladanan. Dan, buku ini adalah sebuah ajakan sekaligus cerminan untuk kembali pada fitrah dan tugas suci keperempuanan.”
- M. Irfan Hidayatullah, munsyid, sastrawan, Dosen Sastra Unpad

Detail Buku:

Judul: Perempuan Yang Menggetarkan Surga
Penulis: Haris Priyatna & Lisdy Rahayu
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-602-1337-32-5
All Islam

Surat Kepada Kanjeng Nabi - Emha Ainun Nadjib

Di negeri kami ini, umatmu berjumlah terbanyak dari penduduknya. Di negeri ini, kami punya Muhammadiyah, punya NU, Persis, punya ulama-ulama dan MUI, ICMI, punya bank, punya HMI, PMII, IMM, Anshor, Pemuda Muhammadiyah, IPM, PII, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah, kelompok-kelompok studi Islam intensif, yayasan-yayasan, mubalig-mubalig, budayawan, seniman, cendekiawan, dan apa saja.

Yang tak kami punya hanyalah kesediaan, keberanian, dan kerelaan yang sungguh-sungguh untuk mengikuti jejakmu.

***

Demikian tulis Kiai Mbeling-“julukan” budayawan Emha Ainun Nadjib dalam “surat”-nya kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sudah sampai di manakah langkah kita dalam meneladani kiprah Nabi Suci SAW.?

Surat kepada Kanjeng Nabi ini lahir dari “kreativitas” Cak Nun yang lain, yang rajin menulis di pelbagai koran dan majalah apa pun. Hampir semua tulisan yang tampil di sini berasal dari koran-koran lokal yang wilayah peredaran nasionalnya tentu tak seberapa jauh apabila dibandingkan dengan misalnya wilayah peredaran  Kompas atau Republika. Bahkan, beberapa koran kemungkinan besar tak bisa men- jangkau wilayah yang lebih luas dari seputar wilayah provinsinya.

Dengan begitu bisa dipastikan bahwa tulisan-tulisan Cak Nun yang terkumpul  dalam  buku  ini  belum  banyak  dibaca  oleh  masyarakat Jakarta, Bandung, Surabaya misalnya. Lebih-lebih lagi kota-kota besar di luar Pulau Jawa. Tulisan Cak Nun terbanyak diambil dari koran- koran lokal yang beredar di Yogyakarta Yogya Post, Bernas, Masa Kini (sekarang sudah tidak ada), dan Minggu Pagi. Kemudian baru korannya Jawa Tengah Suara Merdeka dan Wawasan. Selanjutnya, tulisan lainnya diambil dari koran yang beredar di Surabaya (Surabaya Post, Surya, dan Jawa Pos), di Jakarta (koran Suara Karya, Pelita, Berita Buana, Suara Pembaruan, dan majalah Gatra, Amanah, serta Editor), dan di Bandung (tabloid Salam).

“Surat kepada Kanjeng Nabi” sendiri merupakan tulisan lepas Cak Nun di Surabaya Post untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw. pada tahun 1992. Dalam tulisan tersebut Cak Nun menyampai- kan “kondisi” umat sekaligus mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya kepada Junjungannya itu.

Ah, Muhammad, Muhammad. Betapa kami mencintaimu. Betapa hidupmu bertaburan emas permata kemuliaan, sehingga luapan cinta kami tak bisa dibendung oleh apa pun. Dan jika seandainya cinta kami ini sungguh­sungguh, betapa tak bisa dibandingkan, karena hanya satu tingkat belaka di bawah mesranya cinta kita bersama kepada Allah.
Akan tetapi, tampaknya cinta kami tidaklah sebesar itu kepadamu. Cinta kami tidaklah seindah yang bisa kami ungkapkan dengan kata, kalimat, rebana, dan kasidah­kasidah. Dalam sehari­hari kehidupan kami, kami lebih tertarik kepada hal­hal yang lain.
....................
Seperti juga kalau kami bersembahyang sujud kepada Allah, banyakan dari kami melakukannya karena kewajiban, tidak karena kebutuhan kerinduan, atau cinta yang meluap­luap. Kalau kami berdoa, doa kami berfokus pada kepentingan pribadi kami masing­masing.

Sesungguhnya kami belum mencapai mutu kepribadian yang mencukupi untuk disebut sahabatmu, Muhammad. Kami mentaimu, namun kami belum benar­benar mengikutimu. Kami masih  takut  dan  terus­menerus  bergantung  pada  kekuasaan­ kekuasaan kecil di sekitar kami. Kami kecut kepada atasan. Kami menunduk kepada benda­benda. Kami bersujud kepada uang, dan begitu banyak hal yang picisan.

Berlandaskan isi “surat” tersebutlah, akhirnya tulisan Cak Nun ini dipakai sebagai “ancangan”. Maksudnya, kurang lebih, adalah suatu “pengambilan langkah awal untuk mencapai tujuan” atau “cara khusus dalam mengambil langkah awal untuk mencapai tujuan”.

Apa “cara khusus” dan “tujuan” yang hendak dicapai? Tak mudah menjabarkannya. Tetapi yang jelas, bila tulisan-tulisan yang terkumpul dalam buku ini ada yang dapat menggulirkan pikiran pembaca untuk terus menggelinding dan tidak mandek, itu sudah cukup.

Detail Buku:

Judul: Surat Kepada Kanjeng Nabi
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-888-9
All Islam

Selasa, 20 Maret 2018

Wasiat Rasul Untuk Para Pecinta Penulis Irja Nasrullah

Detail Buku:

Judul: Wasiat Rasul Untuk Para Pecinta
Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Elexmedia Komputindo, 2014
ISBN: 978-602-02-5571-2
Jumlah halaman: 228 halaman
Besar file: 2,25Mb

Deskripsi:

Eksistensi cinta tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan, manusia terlahir ke dunia ini pun karena cinta. Dengan segala kecintaan-Nya, Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang begitu istimewa. Cinta dan kasih sayang kedua orangtualah yang telah mengantarkan kita untuk mengarungi samudra kehidupan yang sangat beragam.

Tak pernah ada yang mampu mengekang hadirnya cinta. Ia adalah anugerah terindah yang Allah hadiahkah untuk manusia. Namun, anugerah tersebut terkadang berubah menjadi petaka yang akan menghancurkan masa depan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Cinta bisa membawa kita menuju puncak kenikmatan surga dan bisa juga melemparkan kita ke jurang jahanam yang membara.



Tabiat manusia yang mudah terlena, jadi sasaran jitu bagi setan untuk menggelincirkan mereka ke dalam murka Allah. Tak jarang setan membutakan para pecinta, sehingga mereka tak mampu lagi membedakan mana cinta dan mana nafsu. Mereka tak paham bagaimana seharusnya mencintai, agar kelak cinta itu bermuara menuju keabadian surga.

Baginda Rasulullah Muhammad shallaahu ‘alaihi wa sallam, sebagai cahaya umat, telah menuturkan seluk-beluk cinta dan bagaimana seharusnya kita mencintai. Semua itu sudah tertera dalam sabda-sabdanya.

Inilah pesan cinta untuk kita semua, risalah dari hati ke hati… untuk siapa saja yang sedang dimabuk cinta. Inilah buku wasiat Rasul untuk para pecinta, bagaimana seharusnya mencintai
All Islam

Jumat, 16 Maret 2018

Bayang Gurita Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia

Buku Bayang Gurita, Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia
Sejak jaman Adam dan Hawa, manusia sudah mulai saling berselisih, satu dengan yang lain, tidak pernah ada masa dimana kepuasan itu tercapai, semua ini bagian dari keserakahan dan kekuasaan, apapun konsekuensinya. Kota demi kota dibangun, dimana pembangunan selalu melebihi dari pembangunan sebelumnya. Kekuasaan terhadap wilayah jajahan, lahan tanaman tumbuh dengan noda darah, sementara jutaan manusia kelaparan, bahkan banyak yang menemui ajal akibat dari itu. Seakan manusia sudah kehilangan kesadaran dan ingatan mereka, terlupa awal mula mengapa manusia diturunkan ke bumi ini.

Tuhan menempatkan menurunkan manusia untuk menjaga dan merawat bumi yang sangat berharga ini serta melakukan apa yang diperintahkan Nya dan hanya dengan cara Nya. Dia telah memperingatkan kita bahwa Setan adalah musuh besar manusia dan kita harus berjaga-jaga dari segala tipu dayanya jika manusia tidak ingin masuk kedalam neraka jahanam. Berjalannya dengan waktu, banyak manusia yang enggan untuk mengikuti ajaran Nya dan menjauhi peringatan Nya. Mereka tumbuh makmur selama Tuhan mengijinkannya, hingga waktu pembalasan tidak bisa terelakkan.

Dimasa ini manusia tampak semakin kuat dan sombong. Kemampuannya membuat dan memiliki bom yang dapat menghancurkan kota dalam sekejab. Amerika Serikat saja telah memiliki senjata biologi yang mampu menghancurkan planet ini 5000 kali. Alasan apa kiranya yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?
Buku Bayang Gurita, Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia
All Islam

Muhammad Al Fatih oleh Mustafa Armagan

Muhammad Al Fatih oleh Mustafa Armagan
Pustaka Indonesia Februari 01, 2018  12
Muhammad Al Fatih oleh Mustafa Armagan
"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (H.R. Ahmad)

Muhammad Al-Fatih, seorang sultan yang memiliki semangat berperang tinggi bagai elang dan lembut penuh kedamaian seperti merpati, la membawa sifat-sifat yang saling bertolak belakang dan menggabungkannya menjadi kekuatan yang cemerlang.

Kisahnya selalu identik cengan penaklukan Konstantinopel Namun, buku ini memberikan gambaran lain dari sosok yang kerap disebut penuh dengan paradoks ini. Tulisan di dalam buku ini selain menggambarkan perjuangan dalam menaklukkan Konstantinopel juga akan menjawab kontroversial seputar Al-Fatih.
APAKAH MUHAMMAD AL-FATIH MASUK AGAMA NASRANI?
APAKAH IBUNDA AL-FATIII BERASAL DARI PRANCIS?
BENARKAH FATIH SUKA MEMBACA BUKU KARYA HOMERUS?
APA ISI WASIAT TERAKHIR AL-FATIH?
APAKAH UNDANG-UNDANG PEMBUNUHAN SAUDARA ADALAH BUATAN AL-FATIH?
Selain itu, yang tidak kalah penting, sisi manusiawi yang tak tertangkap dalam buku-buku lainnya hadir di dalam karya ini.

Detail Buku:
Judul: Muhammad Al Fatih - Kisah Kontroversial Sang Penakluk Konstantinopel
Penulis: Mustafa Armagan
Penerbit: Kaysa Media, 2014
ISBN: 978-979-91-0569-1
Page: 242
Besar file: 27,3Mb
All Islam Pendidikan

Selasa, 13 Maret 2018




 

Arlo Library (Koleksi Buku Elektronik):

  • Copyright © Arlo.Library™ is a registered trademark.
    Arlo Techno Designed by Arlo Mediatama.Arlo Mediatama.